|
BUDIDAYA
Dalam
memilih penanaman bibit kopi ada tiga kriteria
yang perlu diperhatikan antara lain;
·
Produktivitas
· Kualitas (aroma dan rasa amat berpengaruh
terutama pada jenis Arabika)
· Ketahanan terhadap gangguan hama/penyakit
Mengenai
budidaya kopi Arabika dan Robusta dapat dijelaskan
secara ringkas sebagai berikut:
|
|
Kopi
Arabika
Untuk keperluan budidaya kopi Arabika biasanya dilakukan
dengan cara membuat bibit generatif (bibit semai), dan
kopi Arabika tidak memerlukan cara vegetatif, kecuali
untuk kebutuhan penelitian.
Kopi
Robusta
Sedangkan kopi robusta budidayanya biasa dilakukan secara
dengan cara mengembangkan bibit vegetatif yaitu bibit
cangkokan, sambungan, okulasi dan stek. Bibit yang diperoleh
dari pihak lain, sebaiknya tidak langsung ditanam agar
bibit tersebut dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan
barunya.
Pemupukan
Pupuk
yang digunakan pada umumnya harus mengandung unsur-unsur
Nitrogen, Phospat dan Kalium dalam jumlah yang cukup
banyak dan unsur-unsur mikro lainnya yang diberikan
dalam jumlah kecil. Ketiga jenis tersebut di pasaran
dijual sebagai pupuk Urea atau Za (Sumber N), Triple
Super Phospat (TSP) dan KCl. Selain penggunaan pupuk
tunggal, di pasaran juga tersedia penggunaan pupuk majemuk.
Pupuk tersebut berbentuk tablet atau briket di dalamnya,
selain mengandung unsur NPK, juga unsur-unsur mikro.
Selain pupuk an organik tersebut, tanaman kopi sebaiknya
juga dipupuk dengan pupuk organik seperti pupuk kandang
atau kompos.
Pemberian
pupuk buatan dilakukan 2 kali per tahun yaitu pada awal
dan akhir musim hujan, dengan meletakkan pupuk tersebut
di dalam tanah (sekitar 10 - 20 cm dari permukaan tanah)
dan disebarkan di sekeliling tanaman. Adapun pemberian
pupuk kandang hanya dilakukan Tahun 0 (penanaman pertama)
|