|
Pola
Produksi Kopi
1.
Periode Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
Selama 3 tahun pertama, tanaman kopi biasanya belum
menghasilkan atau dikenal sebagai periode TBM. Tanaman
baru menghasilkan biasanya pada tahun ke empat dan diperkirakan
dapat berumur sampai 30 tahun apabila dirawat dengan
baik.
2.
Periode Tanaman Menghasilkan (TM)
Tanaman kopi termasuk apa yang dinamakan "tanaman hari
pendek" (short day plant), yaitu tanaman yang membentuk
bakal bunga dalam periode hari pendek (yang dimaksud dengan
hari pendek adalah siang hari yang panjangnya kurang dari
12 jam). Pola panen tanaman ini di Indonesia dapat dilihat
pada masa panen.
3.
Pola Panen
Pola panen tanaman ini dipengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain cuaca, musim dan terutama curah hujan. Masa
panen di daerah basah dimana hujan turun sepanjang tahun
biasanya lebih lama, dibandingkan masa panen di daerah
kering yang produksi tertinggi pada masa puncak panen.
4.
Fluktuasi Panen
Tanaman kopi termasuk tanaman yang mengalami satu kali
masa panen selama dua tahun. Penurunan produksi tanaman
ini yang merupakan konsekuensi sifat alaminya dapat
mencapai 20 hingga 60 %, tergantung pada kondisi kesehatan
tanaman tersebut. Dengan fenomena seperti ini, jika
kita ingin membandingkan produktifitasnya dari satu
masa panen ke masa panen yang lain, maka harus diambil
tiap 2 tahun, sebagai contoh, membandingkan produksi
panen pada tahun ke-4 dengan tahun ke-6, dan bukan membandingkannya
dengan tahun ke-5. Dengan metode ini kita mendapatkan
produksi rerata per dua tahun, hal ini dilakukan untuk
mencegah terjadinya kesimpulan yang menyesatkan.
Proses
Produksi
Pada
tanaman kopi Arabika dan Robusta dikenal dua macam proses,
antara lain:
1.
Proses kering
Proses kering amat sederhana dan tidak memerlukan peralatan
khusus. Setelah dipetik, kopi biasanya dikeringkan dengan
cara dijemur selama 10 sampai 15 hari. Baru setelah
itu kopi tersebut dikupas. Hampir semua kopi Arabika
dari Brazil melalui proses kering, dan kualitasnya tetap
bagus karena kopi yang dipetik biasanya yang telah betul-betul
matang (berwarna merah).
2.
Proses basah
Pada proses basah diperlukan peralatan khusus dan hanya
bisa memproses biji kopi yang telah benar-benar matang.
Proses jenis ini biasanya dilakukan oleh perkebunan
besar dengan peralatan yang memadai termasuk mekanik
yang cakap sehingga mereka tidak tergantung pada cahaya
matahari untuk mengeringkan kopi tersebut.
|